Beranda > Catatan (inspirasiku) > Prestasi dan Cari Muka Beda Tipis…

Prestasi dan Cari Muka Beda Tipis…

Cari Muka...cape deh...

Awas,,,lagi dicari....

 Koq judul’y “Prestasi dan Cari muka beda tipis” sech…???
Yups, betul banget tapi ini hanya yang baru saja terpikirkan saat ini, so kalau anda merasa baik-baik saja ya jangan tersinggung dulu dengan judul’y.
Sebaliknya, kalau sebelum baca sudah tersinggung berarti anda sudah mengakui kalau anda orang yang suka mencari muka. Lho, ngapain sich cari muka, orang udah dikasih di depan koq mau dicari kemana lagi, emangnya hilang..kalau memang hilang termasuk orang bodoh apa pintar ya…coba baca yang ini “Pintar belum tentu cerdas..”

Terus kenapa sih harus cari muka…Apakah ini memang yang menjadi top performance kita sekarang ini. Loh koq jadi top performance, padahal kan yang menjadi bagian terpenting itu adalah prestasi bukan cari muka atau menjilat.
Waduh nambah lagi, tidak hanya mencari muka tapi juga menjilat. Apa sih yang menjadi alasan untuk melakukan hal itu, bukannya anda mempunyai kemampuan sendiri yang tidak dimiliki orang lain. So, what do you underestimated about yourself ????
ups, kalau masalah itu sebenarnya jawaban itu ada pada diri anda sendiri. Coba dipikirkan, apa yang sebenarnya tidak bisa kita lakukan. Itu pasti ada, tapi apakah ada orang lain yang bisa melakukan semuanya tanpa mengalami hambatan di bidang lain. Oh jawabannya tentu saja tidak, karena kita semua dilahirkan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang diberikan sebagai anugerah yang sering kita sendiri lupakan. Kalau boleh berkaca (terserahlah mau didepan cermin atau dimana yang tidak perlu dilakukan karena ini hanyalah istilah), dengan begitu mudahnya menjawab pertanyaan tentang apa kekurangan anda dibanding dengan apa kelebihan anda..???
Hal ini sempat saya alami juga, ketika menghadapi pertanyaan yang begitu mudah tapi sulit untuk menjawab kelebihan dibanding kekurangan. Begitu cepat mengisi jawaban tentang mencari jawaban atas kekurangan yang dimiliki dan kebingungan untuk mencari jawaban atas kelebihan yang dimiliki.

Itulah yang namanya kurang rasa syukur, karena sebenarnya tuhan menciptakan kita dengan berbanyak kelebihan dan menutupi kekurangan kita selama ini. Hanya saja sebetulnya kitalah yang menjadikan kekurangan itu lebih menonjol dibanding kelebihan diri sendiri yang akhirnya menimbulkan rasa minder (kurang percaya diri).
Oleh karena itu, apabila menemui orang-orang yang hanya bisa mencari muka pada atasan berarti dia orang yang menutupi kelebihan yang dimiliki dengan kekurangannya. Loh koq bisa..?? Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kenapa tidak berusaha semaksimal mungkin dengan kelebihan yang dipunyai untuk menghasilkan suatu prestasi. Mungkin yang jadi pemikiran adalah karena terlalu sulit untuk menjadi orang yang berprestasi dan lebih mudah untuk menjadi pengecut yang senang mencari muka. Menjilat kesana-kemari hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi…
Kadang, menjadi orang yang berprestasi itu lebih sulit karena tetap akan dipandang sebelah mata. Dicari karena butuh, wah parah banget ya. Tapi berbeda dengan penjilat atau yang sedang mencari muka karena dia akan memberikan kenyamanan kepada orang yang dia jilat. Mencoba mengamankan diri dan bersembunyi dibalik orang yang menguntungkannya.

Kalau untuk membedakan mana sebenarnya yang sedang mencari muka dan yang prestasi kaya pinang dibelah kampak…(eh maksudnya tersamar sehingga agak susah dibedakan). Sebenarnya ngapain sih harus cari muka depan bos, toh muka udah ada didepan lengkap lagi dengan dikasih mulut, hidung, telinga, dan accessories tambahan yang allah kasih. So, mau dicari kemana lagi. Sudah saatnya berubah untuk menjadi orang yang lebih baik dengan menjadi orang yang berprestasi. Walaupun sulit tapi itu adalah buah keberhasilan dalam mewujudkan sesuatu dengan kemampuan diri sendiri yang belum tentu dimiliki orang lain.
Percaya atau tidak, setiap orang itu adalah unik. Saya tidak akan bisa menjadi anda, begitupula anda tidak bisa menjadi seperti saya. So, What are you waiting for ???  Benar nggak kalau kita lebih baik menjadi orang yang berprestasi aja dech, walaupun begitu sulit untuk mendapatkan sesuatu tapi itu adalah hasil terbaik anda.
Berprestasi lebih baik daripada jadi penjilat, emang anda mau menjilat apa..??
Ada banyak yang gratisan kalo anda mau jilat, tuh ada kotoran ayam di teras….
Maaf saya tidak ahli dalam hal jilat menjilat atau mencari muka demi keuntungan pribadi. Lagian mau dicari kemana, toh saya sudah tau dimana letak muka saya (jadi saya nggak mau cari muka ah cape…),

Ada segelintir ucapan yang saya dengar,,,”Prestasi beda tipis dengan cari muka..”
Tapi maksudnya bukan menyamakan antara yang berprestasi dengan yang cari muka loh…maksudnya adalah begitu sulit membedakan apakah dia mendapatkan sesuatu dengan mencari muka atau memang benar karena hasil dari apa yang telah dia upayakan dengan kemampuan terbaiknya sendiri.

Ya udah Your life is your choice..betul nggak,,silakah tentukan pilihan sendiri…ingin menjadi orang yang tetap mencari keuntungan dan bersembunyi dibalik orang lain atau ingin membuat kelebihan anda sebagai senjata yang sangat ampuh dan menutupi kekurangan anda.
Ya, jangan marah atau tersinggung ya, kalau ada salah kata. Kalau merasa tersinggung silahkan cari tempat untuk mencari muka anda yang hilang… Kalau kata peribahasa sich “Buruk muka kaca dibelah” ==> Diri sendiri yang salah tapi menyalahkan orang lain. 

Sudah ya, jangan terlalu serius bacanya. Toh ini hanya untuk menjadi cerminan diri, dan dalam rangka memperbaiki diri. Karena saya senang berbagi, so nggak ada salahnya untuk menjadi lebih baik dan peduli terhadap sesama dong. Sharing is Caring (Berbagi merupakan suatu wujud kepedulian). So, nggak usah tepuk tangan karena akan membuat tetangga merasa terganggu. Karena itu saya tidak suka mencari muka untuk kepentingan pribadi apalagi untuk menjilat, toh saya sudah menemukan muka saya ada dimana dan saya juga jadi bingung kalau menjadi penjilat..toh sekarang aja setelah saya menemukan wajah saya ada dimana saya malah menutupi mulut saya agar tidak menjilat…heheh Piss ach…
Kalau nggak percaya neh liat sendiri…udah ketemu…

Tutup mulut ah...bau..

  1. November 21, 2011 pukul 2:01 pm | #1

    Keren, meyimak nihhh…
    salam kenal dulu,ah…

  2. Agustus 11, 2011 pukul 7:42 am | #2

    Prestasi itu tentu saja dengan jalan yang baik dan benar, beda dengan cari muka yang cenderung memakai banyak cara yang bisa jadi tidak baik dan tidak benar … ^_^

  3. Juli 24, 2011 pukul 10:50 pm | #3

    kn kebanyakan (enggak semua) manusia memiliki rasa yg tdk pernah puas, makanya mo cari lgii x .hehehe

    hahah thanks dah mampir..

  4. Fidia
    Juli 20, 2011 pukul 9:09 am | #4

    two thumb up dech buat penulis.. gw stuju bgt dgn statement “setiap orang itu adalah unik. Saya tidak akan bisa menjadi anda, begitupula anda tidak bisa menjadi seperti saya. So, What are you waiting for ???”.. mudah2an bisa bikin yg minder jd PD stlh baca tulisan yg ini, asal jgn kebablasan PDnya ( sombong )…

    • Juli 20, 2011 pukul 9:13 am | #5

      Yups, betul banget,,,emang mungkin maksudnya seperti itu, jadi harud PD dengan diri sendiri tapi tidak sombong…

      Thanks comentnya dan dah mampir..

  5. neny
    Juli 19, 2011 pukul 9:27 pm | #6

    hahahaha,,,gw ci ga suka carmuk ( cari muka ),sukanya cardut alias cari duit….
    ga bgd dh jd penjilat,mending jd penjahit….huaa…aaa….a…aaaa….=p

    baguslah kalo begitu…yang paling enak carmak aja..(Cari makan)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.