Beranda > Catatan (inspirasiku) > Demam Facebook, Males Baca…

Demam Facebook, Males Baca…

ss

FB Homepage - boy

 Mungkin di jaman yang sudah semakin maju seperti ini mengenal yang namanya Facebook (FB). Dari anak kecil hingga dewasa sudah familiar dengan kata tersebut. Hampir semua kalangan memiliki yang namanya account Facebook.  Tidak seperti aplikasi jejaring sosial sebelumnya yang hanya dinikmati para anak muda, tapi fb hampir dipunyai oleh semua orang. Dari anak kecil, Abg, yang muda, anak sekolah, mahasiswa, guru, dan pegawai kantor.
Yang menjadi perhatian saya adalah kenapa banyak orang banyak yang bergantung pada facebook. Mungkin karena aplikasi lebih menarik dibanding jejaring sosial lainnya ataukah hanya untuk exist dan tidak dibilang ketinggalan jaman. Anehnya begitu menariknya aplikasi ini sehingga banyak orang yang tidak mau melewatkan harinya tanpa facebook.

Tiada hari tanpa internet, dan banyak sekali yang menyempatkan waktu untuk membuka facebook. Mungkin dengan akses yang begitu mudah hingga tanpa perlu ke warnet, cukup dengan koneksi internet dari Handphone sudah bisa berkomunikasi dengan teman lainnya.
Mungkin ini yang namanya demam facebook, seakan-akan menjadi bagian yang tidak ingin terlewatkan. Tiada hari tanpa update status ataupun mengomentari status teman, update foto biar exis katanya.

Begitu banyak status yang ditulis dan berharap ada orang lain yang mengomentari statusnya, dan bisa mengupload foto terbaru agar bisa dilihat orang banyak. Mungkin hal ini sangat bagus bagi para user yang menggunakan facebook sebagai ajang pertemanan apalagi yang terhalang jarak. Yang saya heran adalah orang hanya menulis status yang pendek dan banyak juga yang kontroversial yang mengajak orang lain untuk mengomentari statusnya tersebut.  Tetapi ketika dihadapkan dengan buku atau tulisan yang panjang membuat orang malas sekali untuk membacanya.

Jangankan buku, kesan pertama udah males buat bacanya. Banyak yang malas membaca buku. Tapi kalau untuk update status ataupun baca status orang yang pendek-pendek aja sempet. Nah itulah masalahnya kenapa orang senang dengan membaca sesuatu yang ringkas dan langsung. Mungkin itulah yang menjadi pikiran saya ketika melihat Facebook malam-malam begini ide itu yang keluar.
Ketika ada status yang hanya berisi beberapa kalimat, maka yang lain akan siap membaca status-status tersebut satu persatu dan mengomentarinya ketika ada status yang menarik. Tapi ketika ada orang yang menulis status yang panjang atau bahkan sampai ada tulisan selengkapnya…kebawahnya jarang ada yang baca. Kenapa hal itu bisa terjadi, karena daya kemauan untuk baca yang kurang.

Alasan yang sering ditemui, “Ah, males baca panjang-panjang”,,nah itu juga mungkin yang menyebabkan orang jarang ada yang membaca tulisan yang lebih panjang. Tapi sempat kalau bisa membaca status singkat berkali-kali sampai seharian didepan komputer ataupun handphone.  Sebenernya ini hanya yang saya pikirkan tanpa bermaksud untuk menyalahkan siapapun atau apapun. Saya hanya berpikir bagaimana caranya agar ada orang yang mau membaca tulisan yang lebih panjang yang menimbulkan minat baca, bukan hanya sekedar membaca status singkat.

  1. Rena
    Juli 6, 2012 pukul 11:45 pm

    Ya, dan mungkin nanti Facebook bisa jadi kebudayaan baru masyarakat di seluruh dunia

  2. neny
    Juli 19, 2011 pukul 9:37 pm

    yupz bner bgd tuh….w jg sempet ngalaminnya tuh….=p

    akhirnya ada yang nyadar juga….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s