Beranda > Seputar Berita > Gerhana Matahari Total Terlama, Rabu 22 April 2009

Gerhana Matahari Total Terlama, Rabu 22 April 2009

gerhana

Kali ini saya memposting gerhana matahari total untuk besok hari. Gerhana ini merupakan  gerhana matahari terlama sejak abad ke 21. Ini merupakan berita terkini yang sangat menarik hati saya akan astronomi. Bagi kamu semua yang tertarik dengan astronomi dan ingin menyaksikan gerhana matahari total, berikut adalah berita yang saya baca dari kompas. Selamat membaca..

Warga Kota Banda Aceh dan Sabang, Provinsi Aceh, akan bisa menyaksikan gerhana matahari total, yang diperkirakan bakal terjadi pada Rabu pukul 07.15 WIB.

“Gerhana matahari bisa disaksikan di Banda Aceh dan Sabang mulai pukul 07.15 WIB dan puncaknya pada 07.59 WIB, yang berakhir pada 08.49 WIB,” kata Staf Subbidang Gravitasi dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Rukman, yang dihubungi dari Banda Aceh, Selasa (21/7).

Gerhana matahari ini diperkirakan terjadi sejak awal hingga puncak. Fenomena alam yang berlangsung selama satu jam 34 menit itu pun hanya memiliki persentase ketertutupan piringan matahari yang ditutup piringan bulan 29,7 persen.

Gerhana matahari yang disaksikan warga di Banda Aceh dan Sabang bukan merupakan gerhana matahari total, tetapi hanya gerhana matahari sebagian.

“Untuk melihat gerhana matahari yang paling baik arah pandang ke sebelah timur, tapi sebaiknya tidak melihat langsung tanpa alat karena dapat merusak mata,” katanya.

Lebih lanjut, Rukman menjelaskan, peristiwa alam itu juga dapat dilihat di Sumatera Barat; Jambi; Indonesia bagian utara, yaitu Kalimantan bagian utara; Maluku bagian utara; serta Papua dan Jayapura yang terjadi pada pukul 11.12 WITA.

Gerhana matahari total itu secara maksimal akan terlihat di Kota Shanghai, China, selama enam menit. Peredaran gerhana matahari dari barat hingga timur wilayah China kemudian akan menghilang di Samudra Pasifik selama lima jam.

Gerhana nantinya akan dimulai saat bayangan penumbra bulan untuk pertama kalinya sampai ke permukaan bumi pada pukul 23.58 GMT atau 06.58 WIB, dan berakhir saat terakhir kali penumbra bulan menyentuh bagian terluar piringan bumi pada pukul 05.12 GMT atau 12.12 WIB.

BANGKOK, KOMPAS.com — Jutaan penduduk di Benua Asia akan menjadi saksi gerhana matahari total terpanjang pada abad ini. Gerhana matahari total ini akan terjadi pada Rabu (22/7) dan berlangsung 6 menit 39 detik.

Gerhana matahari akan tampak pertama-tama saat fajar menyingsing di Teluk Khambhat, utara kota Mumbai, India. Kemudian, bayangan gerhana matahari akan bergerak ke arah timur menyeberangi kawasan India, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, dan China sebelum berakhir di Samudra Pasifik.

Gerhana ini juga akan mengenai beberapa pulau di wilayah selatan Jepang dan terlihat terakhir kali dari Pulau Nikumaroro yang terletak di Pasifik Selatan. Salah satu daerah yang paling baik untuk menyaksikan peristiwa ini adalah seluruh kota Shanghai dan pulau-pulau di bagian selatan Jepang yang akan tertutup oleh kegelapan pada siang hari.

Diukur dari durasinya, gerhana matahari total kali ini paling lama karena diperkirakan akan berlangsung selama 6 menit 39 detik. Gerhana matahari total sebelumnya terjadi pada bulan Agustus 2008 dengan durasi 2 menit 27 detik.

Banyak orang, baik awam maupun para ilmuwan, berniat menempuh jarak yang jauh demi menyaksikan peristiwa sekali seumur hidup ini. Para ilmuwan hendak menjadikan data dari gerhana matahari ini sebagai acuan untuk membantu menjelaskan apa-apa saja struktur dari matahari dan mengapa timbul ledakan di permukaannya. Para ahli astronomi berharap gerhana dapat menyingkap sejumlah petunjuk tentang matahari.

“Kami harus menanti ratusan tahun lagi untuk mendapat kesempatan mengamati gerhana matahari sepanjang ini. Kesempatan ini sangatlah langka,” ujar Shao Zhenyi, seorang ahli astronomi dari Shanghai Astronomical Obsevatory.

Sayang, kali ini gerhana matahari total tidak dapat dilihat dari Indonesia. Hanya beberapa kota di wilayah utara Indonesia yang dapat menyaksikan gerhana parsial karena hanya sebagian saja piringan matahari yang tertutup bayangan bulan.

sumber:  kompas.com

  1. Oktober 14, 2014 pukul 7:16 pm

    I’m gone to convey my little brother, that he should also go to see this blpog
    on regular basis to obtain updated from most recent information.

  2. Juli 22, 2009 pukul 12:10 pm

    wah indonesia gak bisa liat gerhana total ya,,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s