Beranda > Psikologi > Nervous,,,Nggak Deh…

Nervous,,,Nggak Deh…

Ada beberapa hal yang bisa saya bagi untuk Anda, atau bagi siapa pun yang akan, sedang, atau besok-besok akan menghadapi ke-nervous-an. Berikut ini beberapa tips dari saya, semoga berguna bagi Anda:

1. Pahamilah bahwa Anda seorang yang hebat, yang sedang ditunggu kehadiran dan petatah-petitihnya di hadapan banyak orang. Dengan Anda memposisikan bahwa dari awal Anda hebat, ini start yang baik untuk Anda, agar Anda tidak mudah down dan tidak gampang gugup.

2. Di luar banyak sekali yang menunggu Anda bicara. Jangan khawatir, Anda anggap semua pendengar Anda itu : Bodoh. Anggap pendengar Anda itu tidak tahu apa-apa. Atau kumpulan orang moron yang bodohnya kelewatan. Ini cara yang ampuh sekali. Dan resep ini pernah saya lakukan sewaktu menjalani sidang skripsi dulu. Walhasil, saya berhasil melampauinya dengan hasil yang sangat memuaskan.

3. Buat diri Anda nyaman. Mulai dari cara berpakaian,pilih pakaian yang menyerap keringat dan agak longgar leluasa untuk nafas, pilih sepatu yang nyaman, sampai dari cara berdiri dan bicara yang nyaman.

4. Jangan memposisikan diri bahwa mereka pendengar dan Anda sibuk dengan presentasi Anda. Ini berbahaya, karena mereka akan jemu. Anda akan terserang nervous karena merasa tidak didengarkan. Libatkan mereka. Anggap presentasi Anda ini adalah sharing antar teman. Posisinya adalah, Anda sebagai teman lebih tahu dari mereka. By the way, saya yakin kok. Sependiam-pendiamnya Anda pasti pernah bergunjing kan? Bikinlah presentasi Anda menjadi acara gosip hangat tentang topik yang Anda angkat. Dan resep ini pun sangat ampuh saya lakukan, pada setiap kali saya berkenalan atau berhadapan dengan orang yang baru saja saya kenal. Bagaimana orang baru ini bisa tertarik dengan saya dan “menyukai” saya, atau bahkan bagaimana cara saya membuat mereka tahan dan betah untuk tidak beranjak dari kursi mereka walau telah lewat dari tiga jam. Cara inilah yang selalu saya tempuh.

5. Jika komunikasi antara Anda dan audience/pendengar Anda telah terjalin baik, jembatan komunikasi telah didapat, maka sebagai “teman yang sedang share” Anda mulailah dengan membuka jokes atau selingan yang segar. Bisa dari pengalaman Anda sendiri yang relevan dengan topik yang Anda angkat, ataupun improvisasi terlintas dari pikiran Anda. Misalnya, “Maaf Mbak yang pakai baju hijau. Ngelihatin saya terus…aduh jadi maluuu..” Dijamin suasana jadi cair karena Anda mulai melibatkan mereka secara personal. Atau mulailah dengan mengajak mereka untuk diskusi dan berpendapat/bertanya tentang apa yang Anda sampaikan. It`s very good.

6. Jujur akan apa yang Anda rasakan. Sampaikan saja pada audience. Mereka akan sangat menghargai hal tersebut. “Selamat siang Audience saya yang terhormat, mohon maaf sebelumnya jika saya terlihat gugup,atau banjir keringat, karena ini pengalaman yang baru bagi saya berbicara di depan Anda semua, orang-orang yang yang sangat saya hormati…” Dijamin, dengan Anda mengenal dan menguasai psikologis diri Anda sendiri, kegugupan bukan menjadi masalah lagi bagi presentasi-presentasi Anda selanjutnya.
sumber:Nariswari.wordpress.com

Kategori:Psikologi Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s