Khalifah Menebus Dosanya

Setelah cukup lama Khalifah Umar berada di Syiria, ketika ia kembali pulang ingin mengetahui keadaan rakyatnya secara langsung. Maka Khalifah Umar menyusuri dari kampung ke kampung untuk memperoleh informasi langsung dari penduduk. Dalam perjalanannya ini, Khalifah tanpa ditemani siapapun, dia menyamar sebagai orang biasa dan berjalan seorang diri.

Dalam perjalanannya itu, Khalifah memasuki gubug itu.

“Bagaimana Kabarnya tentang Umar, Khalifah kita itu, Nek?’ Tanya Khalifah Umar setelah sedikit berbasa-basi.

“Kabarnya dia baru pulang dari Syiria dengan selamat.”

“Bagaimana pendapat nenek tentang Khalifah kita itu,” Tanya Khalifah Umar lagi.

“Semoga Allah jangan memberi ganjaran baik kepadanya?” jawab Nenek itu.

“Mengapa begitu?” Tanya Khalifah Umar lagi, dia sedikit terkejut mendengar jawaban nenek itu.

“Khalifah itu jauh dari rakyat kecil. Selama dia menjadi Amirul Mukmin, belum pernah dating ke gubugku. Apalagi memberi uang.”

“Bagaimana mungkin Khalifah Umar mengetahui tentang keadaanmua di tempat jauh yang terpencil ini?” kata Khalifah.

“Subhanallah. Tak mungkin seorang Khalifah tidak mengetahui dan tidak tahu keadaan rakyatnya dimanapun berada. Bukankah itu merupakan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin untuk mengetahui keadaan rakyatnya?”

mendengar kata-kata nenek itu, Khalifah Umar tersentak hatinya.

“Ah, celaka Umar. Semua orang termasuk nenek ini ternyata lebih tahu tentang diriku,” gumam Khalifah Umar dalam hati. Ia merasa menyesal sehingga meneteskan air mata.

“Wahai Nenek, berapa hendak kau jual kedzaliman Khalifah Umar terhadap dirimu itu? Aku kasihan terhadap Khalifah itu jika nanti sampai masuk neraka. Karena tiu akan kubeli kedzalimannya jika nenek mau menjualnya.” Seru Khalifah.

  1. syamsa
    Februari 20, 2011 pada 11:25 am | #1

    mudah 2han qta termasuk orang yg meneruskan perjuangannya

  2. Februari 25, 2009 pada 9:46 pm | #2

    apakah memungkinkan khalifah itu muncul di jaman ini. hari gini mungkin tidak cocok bagi khalifah karena kekinianlah yang membuat konsep keislaman yang diusung setiap pemimpin dipertanyakan.

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.