Cerita Islami
TAMPAN LUAR DALAM
Pada suatu hari, Ahnaf bin Qais didatangi oleh seorang pemuda dari suku Tha’i. Penuda itu sangat tampan sekali, hingga Ahnaf bin Qais sangat mengagumi wajah yang dimiliki oleh pemuda yang saat itu duduk di hadapannya.
“Pemuda ini sangat tampan. Mungkin ia seorang yang gemar berolah raga, sehingga wajahnya terlihat sehat dan terpelihara. Atau mungkin pemuda ini banyak uangnya, sehinga mampu memelihara diri dengan pakaian dan perhiasan,” kata Ahnaf bin Qais dalam hati.
Karena tak dapat menahan keinginannya, Ahnaf kemudian bertanya kepada pemuda suku Tha’I itu. “Wahai pemuda, apa rahasianya sehingga kau dapat memiliki wajah yang tampan ini?”
“Resepnya ada empat,“ jawab pemuda itu dengan tak terduga.
“Apa itu?” Tanya Ahnaf bin Qais ingin tahu.
“Pertama, bila orang berbicara padaku, aku mendengarkannya dengan baik. Kedua, bila berjanji, pasti kutepati. Ketiga, bila diriku diperhitungkan orang, maka kurelakan. Keempat, bila aku dipercaya, aku tak mau mengkhianatinya.”
Mendengar jawaban pemuda itu, Ahnaf bin Qais termenung sejenak.
“Inilah type pemuda yang tampan luar dan dalamnya,” gumamnya dalam hati, berkomentar.
Cerita Islami Lainnya: 1. Khalifah Menebus Dosanya




Masuk poto
Cerita’y memberi inspirasi untk slalu berbuat baik. Tank you
wih . .
keren ceritanya
d^^
trima kasih
pasti akan ku buat pelajaran cerita2 anda
thank you very much
assalamualaikum ^^
kak keren ih blog’e jadi pengen diajarin ne…buat isi2′e kueren pisan euy…
thanks for coment….bisa….aja …mampir aja kesini..
KEREN BANGET
tap sayangnya ga terlalu banyak yang bisa memenuhi poin no.2 kebanyakan mereka pada ingkar dan lupa pada apa yang telah ia sepakati…….
oia yang panjang donk ceritanya?????
ce yu!!!!!!
Subhanallah akh! ceritanya bagus-bagus banget!
cocok buwat semua golongan…………………!
syukron!!!!!
Font tulisannya agar diperbaiki lagi,selain itu warna yang digunakan terlalu mencolok hingga mencolok mata, kalau ceritanya bagus “kirim komen juga ya ke blog ku (startree100.wordpress.com)
wah bagus banget ceritanya…..
tambahin lagi dunk